Feature : Pengabdian Pada Bangsa dan Orangtua di Era Pandemi Covid-19
Rasa tanggungjawab sebagai anak bangsa dan bakti kepada orangtua membawa Dyta Rabbani Aidil,SSi terlibat dalam tenaga pemeriksa hasil Tes Swab Covid-19 di Laboratorium Fakultas kedokteran Unand yang di ketuai Dr.dr. Andani Eka Putra.
Tanpa pikir panjang, Anak sulung dari empat saudara ini, setelah mendapat izin dari kedua orantuanya menerima tawaran dari dr Andani Eka Putra yang mencari tenaga pemeriksa di Laboratorium Fak Kedokteran Unand. Program ini merupakan upaya dari dr.andani untuk dapat memeriksa minimal 3.000 Spesimen setiap harinya.
"Orangtua memberi izin kepada saya untuk membantu bekerja di Laboratorium ini tentu dengan rasa was-was yang tinggi juga, karena memang saya akan bergelut dengan sampel-sampel yang akan diperiksa apakah ada virus Covid -19 atau tidak. Saya sangat mengerti kekuatiran mereka,namun saya juga ingin berbuat sesuatu untuk bangsa dan negara yang saya cintai.Disamping saya ingin membantu Papa yang jelas terimbas dalam pekerjaannya. Papa saya seorang jurnalis,jelas dengan ketentuan Lockdown dan PSBB menyebabkan ,Papa kesulitan untuk menjalankan aktivitasnya sebagai Wartawan,ulas Dyta.
"Saya sempat tegang juga,ketika hari pertama kerja sebagai tenaga pemeriksa hasil tes swab yang telah diambil oleh tenaga medis. Namun ketegangan saya menjadi hilang karena melihat sarana dan prasarana kesehatan yang akan kami gunakan untuk bertugas sangat memenuhi standar sekali,jelas Dyta.
Setelah satu bulan menjalani pekerjaan sebagai pemeriksa hasil tes Swab di laboratorium Fakultas Kedokteran Unand dirinya semakin percaya diri untuk menjalankan tugas dihari-hari mendatang.
"Perlengkapan kesehatan yang kita pakai sangat steril sekali dan dijaga betul kebersihannya.Begitu pula dengan protokol kesehatan saat kita akan bekerja dan selesai bekerja semua dijaalni dengan penuh aturan.Alhamdulillah kami dapat menjalankan tugas dengan aman dan lancar.Begitu pula dengan Gizi dan menu yang kami konsumsi sangat diperhatikan sekali oleh Pak Andani,kami benar-benar dijaga Fisik dan mental serta gizi ,karena kami memang diminta untuk bekerja dengan cermat dan teliti sekali,tambahnya.
Sisitim kerja secara bergantian jam kerjanya, memqng diterpakan untuk menjaga kebugaran fisik dari tenaga pemeriksa ini." kita dibagi beberapa jadwal jam kerja. Ada yang masuk Pagi (pukul 07-13.00 wib. atau masuk siang pukul 13.00-20.000, dan kalau malam dari pukul 21.00- 2.00 dihihari,jelas Dyta.
"Alhamdulillah, kami bekerja dengan ikhlas,disiplin kerja yang ketat dan menjalani protokol kesehatan kejra yang tak bisa diabaikan sedikitpun.Hasilnya syukur, kami dapat bekerja dengan selamat dan semoga kami tidak tertular Virus Covid-19,jlas Dyta.
"Mungkin inilah jalan yang diberikan Allah kepada kami untuk berbakti kepada Bangsa ini yang ingin keluar dan terbebas dari Covid-19. Disamping kami juga dapat membantu orang tua dari segi honor yang kami terima,kata Dyta ."Alhamdulillah Honornya dapat membantu orang tua, saya bersyukur sekali kepada Allah , kami dapat beraktifitas dengan lancar dan kebutuhhan dapat dipenuhi dengan aman meski ditengah Pandemi Covid-19. Terimakasih ya Allah, kata Dyta dengan lirih.
"Sebagai warga negara tentu saya tidak ingin hanya jadi penonton, saya juga ingin berbuat sesuatu untuk negara ini. Saya berusaha membantu pemerintah, salah satu caranya, ya, menjadi petugas pemeriksa hasil Tes Swab ini," katanya.(lailatul AidiL)


Comments 0
EmoticonEmoticon