Kecelakaan di Tol Cipali, 12 Orang Tewas
UTAMAPOST - Penyebab kecelakaan lalu lintas di KM 150+900 Tol Cipali, Senin (17/6) dini hari dipicu seorang penumpang yang menyerang sopir bus bernomor polisi H 1469 CB.
Kepolisian hingga saat ini masih berupaya mengumpulkan keterangan saksi terkait kecelakaan lalu lintas yang menewaskan 12 orang tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun tribunnews. com, peristiwa bermula ketika bus sedang melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon. Tiba-tiba seorang penumpang bernama Amsor (29) menyerang sopir bus.
Penumpang yang diketahui bekerja sebagai sekuriti Gandaria Tower Jakarta tersebut kepada polisi mengaku dirinya menyerang sang sopir karena sopir dan kenek bus ingin membunuhnya.
Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Sufahriadi mengatakan niat tersebut diketahui Amsor setelah mendengar perbincangan telepon sopir dan kenek bus.
Setelah mendengar percakapan itu, Amsor langsung menyerang sopir bus. “Dari pengakuannya itu sopir dan kenek bus ingin membunuhnya,” ujar Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudy Sufahriadi kepada wartawan Tribun Jabar.
Saat menyerang sang sopir, Amsor mengaku berupaya mengambil alih kemudi bus. Sopir pun tak tinggal diam, ujungnya sopir dan Amsor pun berebut kemudi. Akibat aksi Amsor tersebut bus pun hilang kendali. Bus yang semula berada di jalur arah Cirebon menerobos median jalan dan memasuki jalur arah Jakarta.
Kemudian, bus itu menabrak mobil Innova bernopol B 168 DIL.Mobil truk pengangkut ayam yang berada di belakang Innova berhasil menghindar sehingga tidak terjadi tabrakan.
Namun, di belakang truk pengangkut ayam bernomor polisi R 1436 ZA itu, ada mobil Xpander yang sedang melaju dan tak bisa menghindar.
Akibatnya, mobil Xpander bernopol B 8137 PI menabrak bus. Enam penumpang mobil Xpander meninggal dalam peristiwa nahas tersebut.
Tiga orang penumpang mobil Innova juga bernasib sama. Selain itu, tiga penumpang bus juga menjadi korban
Kepolisian hingga saat ini masih berupaya mengumpulkan keterangan saksi terkait kecelakaan lalu lintas yang menewaskan 12 orang tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun tribunnews. com, peristiwa bermula ketika bus sedang melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon. Tiba-tiba seorang penumpang bernama Amsor (29) menyerang sopir bus.
Penumpang yang diketahui bekerja sebagai sekuriti Gandaria Tower Jakarta tersebut kepada polisi mengaku dirinya menyerang sang sopir karena sopir dan kenek bus ingin membunuhnya.
Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Sufahriadi mengatakan niat tersebut diketahui Amsor setelah mendengar perbincangan telepon sopir dan kenek bus.
Setelah mendengar percakapan itu, Amsor langsung menyerang sopir bus. “Dari pengakuannya itu sopir dan kenek bus ingin membunuhnya,” ujar Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudy Sufahriadi kepada wartawan Tribun Jabar.
Saat menyerang sang sopir, Amsor mengaku berupaya mengambil alih kemudi bus. Sopir pun tak tinggal diam, ujungnya sopir dan Amsor pun berebut kemudi. Akibat aksi Amsor tersebut bus pun hilang kendali. Bus yang semula berada di jalur arah Cirebon menerobos median jalan dan memasuki jalur arah Jakarta.
Kemudian, bus itu menabrak mobil Innova bernopol B 168 DIL.Mobil truk pengangkut ayam yang berada di belakang Innova berhasil menghindar sehingga tidak terjadi tabrakan.
Namun, di belakang truk pengangkut ayam bernomor polisi R 1436 ZA itu, ada mobil Xpander yang sedang melaju dan tak bisa menghindar.
Akibatnya, mobil Xpander bernopol B 8137 PI menabrak bus. Enam penumpang mobil Xpander meninggal dalam peristiwa nahas tersebut.
Tiga orang penumpang mobil Innova juga bernasib sama. Selain itu, tiga penumpang bus juga menjadi korban
tewas atas kejadian tersebut.
Amsor, penumpang yang menyerang sopir bus saat ini masih menjalani perawatan medis di RS Mitra Plumbon, Kabupaten Cirebon.
“Yang bersangkutan mengalami luka berat, sementara sopir busnya meninggal dunia,” ujar Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi saat ditemui di RS Mitra Plumbon, Kabupaten Cirebon, Senin (17/6) siang.
Ia mengatakan, nantinya Amsor juga akan ditetapkan tersangka karena penyerangan itu. Pihaknya masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan meminta keterangan saksi.
“Nanti kalau statusnya sudah tersangka akan kami tempatkan di ruang perawatan isolasi khusus,” kata Rudy Sufahriadi.
Menurut dia, saat ini stasus Amsor sendiri belum ditetapkan sebagai tersangka.
Rudy memastikan Amsor akan ditetapkan tersangka setelah proses pemeriksaan selesai. “Sekarang masih dirawat di IGD RS Mitra Plumbon bersama korban lainnya,” ujar Rudy Sufahriadi.
Banyak korban
Sejak awal beroperasi pada 13 Juni 2015 lalu, tol Cipali sudah menelan banyak korban. Bahkan, baru sebulan beroperasi sudah ada 53 kecelakaan di Tol Cipali, di mana 11 korban di antaranya meninggal dunia.
Menanggapi hal tersebut, Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) memberi imbauan pada operator jalan tol. “Kita akan buat instruksi kepada BUJT (Badan Usaha Jalan Tol) tentang standar infrastruktur tol yang berkeselamatan sesuai yang diterbitkan Bina Marga. Kita juga melakukan safety audit untuk penambahan fasilitas yang dapat mengurangi fatalitas,” ungkap Kepala BPJT Danang Parikesit yang diwartakan detikcom.
Meski begitu, Danang menegaskan bahwa infrastruktur bukan lah penyebab adanya kecelakaan di Tol Cipali pagi tadi. Melainkan, infrastruktur justru dibangun untuk membantu mengurangi kecelakaan.
“Infrastruktur bukan penyebabnya, yang kita lakukan justru infrastruktur harus mampu mengurangi fatalitasnya,” tegas Danang.
Danang mengatakan, pihaknya akan menambah fasilitas infrastruktur untuk meningkatkan keamanan dalam berken dara di jalan tol. Di antaranya adalah besi pembatas jalan, rambu-rambu, marka jalan, dan juga lampu penerangan.
“Kalau BPJT, kami fokus pada perbaikan infrastruktur tol-nya sehingga jumlah korban, khususnya yang meninggal dunia bisa kita tekan. Beberapa strategi perbaikan geometri tol, perlengkapan jalan seperti guardrail (pembatas jalan), rambu, marka, akan jadi fokus kita untuk dilaksanakan operator tol,” jelasnya.
“Penambahan dan perbaikan jenis guardrail. Median yang lebih baik. Perlampuan kalau malam hari,” tambahnya.(*)
Amsor, penumpang yang menyerang sopir bus saat ini masih menjalani perawatan medis di RS Mitra Plumbon, Kabupaten Cirebon.
“Yang bersangkutan mengalami luka berat, sementara sopir busnya meninggal dunia,” ujar Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi saat ditemui di RS Mitra Plumbon, Kabupaten Cirebon, Senin (17/6) siang.
Ia mengatakan, nantinya Amsor juga akan ditetapkan tersangka karena penyerangan itu. Pihaknya masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan meminta keterangan saksi.
“Nanti kalau statusnya sudah tersangka akan kami tempatkan di ruang perawatan isolasi khusus,” kata Rudy Sufahriadi.
Menurut dia, saat ini stasus Amsor sendiri belum ditetapkan sebagai tersangka.
Rudy memastikan Amsor akan ditetapkan tersangka setelah proses pemeriksaan selesai. “Sekarang masih dirawat di IGD RS Mitra Plumbon bersama korban lainnya,” ujar Rudy Sufahriadi.
Banyak korban
Sejak awal beroperasi pada 13 Juni 2015 lalu, tol Cipali sudah menelan banyak korban. Bahkan, baru sebulan beroperasi sudah ada 53 kecelakaan di Tol Cipali, di mana 11 korban di antaranya meninggal dunia.
Menanggapi hal tersebut, Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) memberi imbauan pada operator jalan tol. “Kita akan buat instruksi kepada BUJT (Badan Usaha Jalan Tol) tentang standar infrastruktur tol yang berkeselamatan sesuai yang diterbitkan Bina Marga. Kita juga melakukan safety audit untuk penambahan fasilitas yang dapat mengurangi fatalitas,” ungkap Kepala BPJT Danang Parikesit yang diwartakan detikcom.
Meski begitu, Danang menegaskan bahwa infrastruktur bukan lah penyebab adanya kecelakaan di Tol Cipali pagi tadi. Melainkan, infrastruktur justru dibangun untuk membantu mengurangi kecelakaan.
“Infrastruktur bukan penyebabnya, yang kita lakukan justru infrastruktur harus mampu mengurangi fatalitasnya,” tegas Danang.
Danang mengatakan, pihaknya akan menambah fasilitas infrastruktur untuk meningkatkan keamanan dalam berken dara di jalan tol. Di antaranya adalah besi pembatas jalan, rambu-rambu, marka jalan, dan juga lampu penerangan.
“Kalau BPJT, kami fokus pada perbaikan infrastruktur tol-nya sehingga jumlah korban, khususnya yang meninggal dunia bisa kita tekan. Beberapa strategi perbaikan geometri tol, perlengkapan jalan seperti guardrail (pembatas jalan), rambu, marka, akan jadi fokus kita untuk dilaksanakan operator tol,” jelasnya.
“Penambahan dan perbaikan jenis guardrail. Median yang lebih baik. Perlampuan kalau malam hari,” tambahnya.(*)


Comments 0
EmoticonEmoticon