-->

Jumat, 22 Januari 2021

 


Dharmasraya (Utama Post )- Di tengah kelesuan ekonomi akibat pandemi Covid-19,  tanaman porang merupakan solusi dan jaminan bagi masyarakat. Kini porang menjadi salah satu tanaman budidaya sekaligus komoditi yang nilai jualnya sangat tinggi. Biaya yang dikeluarkan untuk  perawatan lebih murah dibandingkan keuntungan yang diperoleh.



Sekretaris Nagari Simalidu Kecamatan Koto Salak kabupaten Dharmasraya Mulyanto,  mengatakan kepada media ini di kantornya Kamis 21-01-21, "tanaman porang kini banyak dibudidayakan secara massif oleh petani di sejumlah daerah Indonesia. Di pasar ekspor, umbi porang yang diolah jadi tepung ini laku keras. Padahal, tanaman ini tumbuh liar di hutan, kebun, jalan, dan dianggap masyarakat sebagai tumbuhan gatal, dan tidak berguna", jelasnya. 



Pihaknnya mengatakan, porang ini banyak keistimewaannya, gampang hidup, dilempar di tanah dia tumbuh, tidak ada hama, pembelinya ada, jadi ini peluang bagi petani untuk meningkatkan perekonomian. Kalau di kampung Samalidu cara menamannya sangat sederhana. Tinggal kasi lubang tanah, umbinya ditanam. Tidak rumit seperti komoditi lain,” ungkapnya.



Lebi jelas dikatana muliyono, untuk mendapatkan  bibitnya tidak sulit, sangat muda sekali cukup dengan Umbinya saja,  sementara tanamannya hanya memperlukan perawatan yang minim. Kelebihan lainnya, porang bisa ditanam dengan tumpang sari karena bisa toleran dengan dengan naungan hingga 60 persen. Bibitnya biasa digunakan dari potongan umbi batang maupun umbi yang telah memiliki titik tumbuh atau umbi katak yang ditanam secara langsung.



Maka dari itu, dengan mendorong petani melakukan budidaya porang, Mulyanto bersama Karti, S.pd berharap hal ini nantinya dapat memberi nilai tambah ekonomi bagi petani petani yang Ada di Nagari Samalidu dan dapat meningkatkan kesejahteraan mereka, ujar Sekretaris Nagari Simalidu itu.


" masyarakat  sudah mulai memanfaatkan pekarangan  rumah 

maupun di kebun, jumlahnya bervariasi sesuai ukuran kebun dan jumlah bibit yang ditanam", ucapnya.(elda)

Comments 0

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *