-->

Sabtu, 26 Desember 2020

 



Padang (Utama Post)- Rentang waktu cukup panjang yang dialami akibat dampak dari Covid 19 benar-benar membuat lelah dan rasa kekuatiran bagi seluruh lapisan masyaraka. Telah 10 bulan pandemi COVID-19 melanda Indonesia termasuk kota Padang. Wabah penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 itu tidak hanya telah mengganggu kesehatan masyarakat, tetapi juga melemahkan ekonomi dan menimbulkan efek domino terhadap sektor lain.

" Kita menyadari seklai,dampak akibat pandemi itu masih belum sepenuhnya dapat diatasi dan masyarakat tampaknya mulai jenuh dengan kondisi sulit yang harus mereka hadapi," kata Walikota Padang Mahyeldi, Sabtu (26/12/2020) dihadapan Forkopimda kota Padang dalam acara temu akhir tahun 2020..

Pemerintah akhirnya menyatakan bahwa kehadiran vaksin dianggap sebagai satu-satunya harapan terakhir untuk dapat mengatasi masalah yang berkepanjangan ini.

Dalam upaya menanggulangi wabah COVID-19, pemerintah telah melakukan banyak hal untuk mencegah penyebaran, menangani wabah dan mengatasi dampak yang ditimbulkannya.

" Pemerintah kota Padang telah memberikan arahan kepada masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan(Prokes dan 3M, yaitu dengan memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan untuk mencegah penyebaran dari satu orang ke orang lain.

Pemko Padang juga memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk membatasi aktivitas masyarakat yang berpotensi menimbulkan kerumunan hingga memicu peningkatan jumlah pasien.

Sementara upaya mengatasi dampak ekonomi yang diderita rakyagt kecil terus dilakukan seperti  suntikan dana bagi pelaku usaha untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan upaya perlindungan sosial melalui bantuan langsung tunai guna memacu daya beli warga juga ditempuh untuk mengatasi dampak yang ditimbulkan terhadap sektor ekonomi.

Adapun vaksin COVID-19 yang dianggap sebagai satu-satunya harapan terakhir untuk mengatasi permasalahan juga telah didatangkan ke Indonesia dan akan diberikan secara gratis kepada seluruh masyarakat Indonesia.

"Kita akan terus menjalankan kebijakan yang ditetapkan pemerintah untuk mengatsi dampak dari Covid-19. Termasuk masalah pendidikan anak-anak kita yang sangat terganggu sekali,dan kita akan kembali melakukan Belajar tatap Muka dan itu harus dengan Didiplin Protokol kesehatan yang supe ketat.

"Jadi tak ada kata lain, utuk menghadapi Covid-19 satu-satunya cara selain pemberian vaksin yang akan dilakukan pemerintah pusat, maka menjalankan Protokol kesehatan dengan Disiplin tinggi itulah satu-satunya jalan terbaik dan itu akan dkita jalankan,"kata Walikota Padang Mahyeldi.(Lailatul Aidil)

Comments 0

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *