-->

Minggu, 06 Desember 2020

 

Mesjid Putih Al Hakim Berada di Tepi Pantai Padang


 Padang (Utama Post)- Allahu Akbar, Allah memang berbuat sekehendaknya dan juga memberikan rahmat dan karuniany tanpa diduga sama sekali. Saat Pandemi Covid-19, saat orang mengurangi kegiatan keluar rumah,sesuai dengan peraturan PSBB. Dan saat umat Islam juga menerapkan jaga jarak diwaktu shalat berjamaah. Justeru Mesjid  Putih Al Hakim  di tepi pantai padang justeru kebanjiran jemaah. Bahkan sampai anter untuk melakukan shalat berjamaah.

"Alhamdulillah, kami tak menyangka Mesjid Al Hakim justeru kebanjiran jemaah, padahal kami tetap menerapkan aturan Protokol kesehatan, dan melaksanakan himbauan 3 M yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan,kata Herius Nasir pengurus mesjid.

Dijelaskan, pihaknya benar-benar tak menyangka begitu besar antusias jemaah umat Islam untuk shalat di Mesjida yang seperti Replika  mesjid Taj mahal India itu. Hampir setiap waktu shalat,mesjid ini ramai didatangi jemaah untuk shalat.Sepertinya Mesjid yang indahnya tanpa promosi apa-apa dari pemerintah justeru menjadi Ikon Wisata religi di Sumatera Barat dan Sumatera. 

Mesjid ini menjdi terkenal setelah diresmikan 12 November 2020 dan langsung digunakan untuk  tempat lomba MTQ nasional ke XXVIII Cabang Tilawah  anak-anak. Tak ayal selama delapan hari lomba MTQ mesjid ini menjadi sangat fenomenal dengan pemandangan latarnya yakni Panti Padang dan Gunung Padang.Betul betul nuansa Wisata Religi yang alami.

"Tetapi, kami susah berkomitmen untuk menerapkan protokol kesehatan secara tegas dan ketat. Ini bukan maksud apa-apa. Tapi kami ingin agar jemaah ayng shalat dans selesai shalat di mesjid ini, benar-benar aman dari Virus Corona,kata Herius ketika ditemui Minggu (6/12/2020) di Mesjid Al Hakim tepi pantai Padang.

"Ini satu bukti bahwa 3M ( memakai Masker,menjaga Jarak danmencuci tangan tidak jadi halangan atau rintangan untuk beribadah secara khusuk. Alhamdulillah, jemaah kita merasa tenang,nyaman dan khsusuk dalam menjalankan Shalat di Mesjid yang kita cintai ini,kata Herious lagi.

Mesjid yang dibangun sejak tahun 2018 ini , sekarang  jadi Ikon wisata kota Padang. Namun ternyata dalam operasionalnya betul-betul menerapkan Protokol kesehatan dan 3M dengan ketat. Para jemaah shalat dengan jarak minimal 50 cm. Para jemaah sebelum masuk mesjid, terlebih dahulu diperiksa suhu tubuhnya. Tetapi sebelumnya masuk mesjid para jemaah juga dimintauntuk emncuci tangan dan saranyanya diletakkan di luar atau tepatnya didepan gerbang Mesjid.

"Justeru dengan penerapan Protokol kesehatan dan 3 M ini jemaah menjadi lebih tenang, dan diakui jemaah inilah yang menjadi salah satu penyebab jemaah datang kesini."Dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, maka kami merasa lebih aman dan nyaman beribadah di Mesjid Al Hakim,kata Azwar seorang Jemaah yang mengaku datang ke Mesjid ini setiap shalat Jum'at dengan Anak dan kemenakannya.

"Kita bersyukur sekali, ternyata jemaah mendukung peraturan protokol kesehatan yang kami jalankan, dan itu kami terapkan dengan  menugaskan para petugas untuk memberikan petunjuk kepada jemaah. Alhamdulillah,petugas kami tak menemui hambatan apapun. Mungkin hanya 1 kali memberikan petunjuk protokol kesehatan.Setelah itu para jemaah seperti  air saja, dimana merek seperti sudah faham dan hari-hari berikutnya semua sudah menjalankan protokol kesehatan dan 3M,kata Herius lagi.

"Ternyata justeru dengan menerapkan Protokol kesehatan dan 3 M, Rahmat dan Berkah Allah sangat melimpah ke Mesjid ini. Disamping menerapkan Protokol kesehatan dan 3 M, shalat di mesjid ini juga tidak dikenakan Biaya parkir kendaraan dan parkir Sandal,semua gratis jika dalam lingkungan  Halaman Mesjid,tambah Herius. (Lailatul Aidil)


Comments 0

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *