Berkat Doa Keluarga dan izin Allah, Saya Bebas dari Covid
Tak pernah terbayangkan dan terlintas dari kepala Seksi Penyakit Tidak Menular di Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan bahwa dirinya akan terkena atau Positif Covid-19. Bahkan sampai menjalani perawatan di ruangan isolasi selama 14 hari di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang karena positif terinfeksi Coronavirus Disease2019 (COVID-19),. Perempuan itu bernama Aswiliarti (44) sebagai kepala Seksi Penyakit Tidak Menular di Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan.
Selain sebagai Kasi Penyakit Tidak menular, Aswiliarti juga ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) cabang Pesisir Selatan.
" Syukur Alhamdulillah saya tidak menyangka akhirnya bisa sembuh dari Covid-19 ini dan bisa berkumpul lagi dengan keluarga tercinta. Bahkan sebelumnya sempat beredar kabar saya telah meninggal dunia," kata dia yang tiada henti bersyukur saat dihubungi dari Padang, Sabtu (26/12).
Salah satu alasan yang membuat ia selalu optimistis melawan Covid-19 adalah dukungan dari keluarganya. Bahkan demi kesembuhannya, ia mendapatkan sebuah gawai baru dari keluarganya supaya mempermudah mereka berkomunikasi melalui video call atau telepon video untuk memberikan semangat dan dukungan terhadapnya.
Selain itu supaya ia tidak merasa sendirian di ruangan isolasi. "Karena waktu itu kamera gawai saya rusak. Tidak bisa digunakan untuk telepon video," kata dia.
Menurut dia, saat dinyatakan sembuh dari Covid-19 merupakan suatu anugerah yang luar biasa. Saat ini, ia tengah diselimuti kebahagiaan, terlepas dari masa-masa sulit dan suram selama 18 hari terkurung di ruangan isolasi.
Awalnya, ia sama sekali tidak menyangka akan tertulari penyakit itu. Sebab, ia tidak memiliki riwayat perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19.
"Waktu itu saya hanya melakukan perjalanan ke Padang, mengikuti pelatihan kesehatan di salah satu hotel di Padang yang digelar Dinkes Sumbar. Bahkan saya juga tidak pernah kontak dengan PDP Covid-19," kata dia.
Akan tetapi setelah ia mencoba mengingat kembali, saat pelatihan itu panitia menghadirkan seorang pembicara dari Kemenkes. Kemudian waktu itu, saat penyampaian materi ia juga duduk di bangku paling depan.
Namun saat itu, pembicara tersebut dalam keadaan sehat dan sama sekali tidak berstatus ODP ataupun PDP. "Mungkin pembicara itu sebelumnya pernah berkontak dengan PDP, saya juga tidak tahu pasti. Atau saya tertulari oleh peserta lainnya, saya juga bingung menjawabnya. Karena proses penularan Covid-19 ini
memang cepat dan tidak terlihat sama sekali," kata dia.
Kemudian sepulang dari pelatihan, ia mulai merasakan batuk-batuk dan pilek. Namun, ia menduga hanya mengalami demam biasa karena faktor kelelahan dan belum sempat diperiksa ke rumah sakit.
Bahkan pada saat itu, ia masih sempat ke kantor mengadakan rapat perencanaan kegiatan pertemuan dengan Puskesmas se-Kabupaten Pesisir Selatan beserta para petugas penyakit tidak menular lainnya untuk menyampaikan hasil pertemuan waktu itu.
"Akan tetapi setelah itu, saya mulai mengalami demam tinggi, batuk, pilek, badan lemas, dan sesak napas. Sehingga saya melakukan pemeriksaan ke salah satu RSUD di Pesisir Selatan. Namun, setelah menjalani perawatan demam saya semakin tinggi," kata dia.
Hingga akhirnya, setelah menerima telepon dari kakaknya, Kepala laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Dr Andani Eka Putra yang menyarankan supaya secepatnya dirujuk ke RSUP M Djamil Padang sebagai pasien suspek Covid-19.
Setelah dirawat di RSUP M Djamil Padang, kemudian dilakukan pemeriksaan hidung dan tenggorokan dan hasil labakan keluar satu hari kemudian. Ia sama sekali tidak menyangka hasil laboratorium menyatakan dirinya positif Covid-19.
Ketika dinyatakan positif Covid-19, hal yang pertama kali terpikir oleh dia adalah tentang kematian dan orang-orang yang pernah kontak dengan dirinya. Namun, ia kemudian bertekad untuk sembuh.
"Selama diisolasi memang membosankan seorang diri. Namun, saya lebih mendekatkan diri pada Allah, perbanyak zikir, dan shalat sunat," kata dia.
Kemudian ia mulai rajin berolahraga, selalu memotivasi diri agar cepat sembuh, dan menghibur diri dengan berbagai hal agar tidak mudah stres. "Banyak memakan makanan bergizi untuk meningkatkan imunitas tubuh supaya mampu melawan Covid-19," kata dia.
Hingga akhirnya berkat izin Allah dan kesungguhan, dia dinyatakan sembuh dari Covid-19. Setelah dua kali melakukan tes laboratorium dan hasilnya telah negatif.(Lailatul Aidil)


Comments 0
EmoticonEmoticon