-->

Senin, 16 November 2020





Padang (Utama Post)- Salah satu sebab terus bertambahnya jumlah warga yang positif Covid-19 di Sumbar umumnya dan Padang khususnya ternyata berasal dari kepercayaan warga bahwa Covid-19 adalah konspirasi dan rekayasa. Dan isu ini terus berkembang serta dipercayai warga, ini membuat warga terlihat membangkang dengan himbauan pmerintah untuk melakukan program 3 M (memakai masker,Menjaga jarak dan mencuci tangan).

“Kita sangat kecewa dengan sikap warga dan perbuatan orang yang menghembuskan  bahwa covid-19 adalah konspirasi dan rekayasa.Kenyataanya sekarang, secara medis, jumlah penderita Covid-19 itu bertambah begitu juga dengan jumlah kematian. Musibah Covid -19 itu realita dan nyata jadi semua harus dipandang dengan realita logika yang sshat,” kata Ketua MUI Kota Padang Prof..H.Duski Samad, Senin (16/11) saat diwawancarai tentang kondisi perkembangan penyebaran Covid -19 .

“Lewat ceramah yang dilakukan para ustad dan lewat wartawan melalui media, saya himbau kepada semua warga kota Padang mari kita mengikuti dan menjalankan protokol kesehatan yakni menjalankan program 3 M (Memakai masker,menjaga jarak dan mencuci tangan),kata Buya kondang Sumatera Barat ini.

“Sekali lagi saya berikan himbauan dan nasehat ajaran agama kita, agama Islam bahwa serahkan segala sesuatu kepada ahlinya, jika tidak maka kehancuran dan kerusakan yang akan datang. Kepada siapa lagi kita percaya tentang masalah kesehatan kalau bukan kepada Dokter dan tenaga medis. Kita orang awam sangat riskan untuk bicara masalah kesehatan secara mendetail .Jadi jika dokter dan tenaga hali di bidang kesehatan,termasuk pemerintah telah menganjurkan untuk menjalankan protokol kesehatan yakni  melakukan 3M, maka rasanya itu wajib untuk kita lakukan. Semua untuk kebaikan kita. Gerakan 3M itu banyak sekali manfaatnya daripada mudaratnya.

Menurut Prof Duski Samad, Allah telah menyatakan sikap dan perintahnya kepada kita umatnya dalam Surat Annisa ayat 59 yang artinya “ Hai oang-orang yang beriman, taatilah Allah , taatilah RasulNya(Nabi) dan taatilah Ulil Amri (Pemimpin) diantara kamu.”Jadi kita wajib mentaati pemimpin kita selama tidak diperintahkan untuk berbuat maksiat .

Apalagi saat wabah Virus Covid-19 sekarang. Karena kejadiannya telah mewabah keseluruh dunia, termasuk wilayah kita, maka kita wajib mentaati himbauan pemerintah,tegas Ketua MUI kota Padang ini.

“Hentikanlah sikap merasa sok tahu dan suka memberi kabar bohong tentang covid-19. Hentikan isu tentang polemik konspirasi atau kepentingan Bisnis, kata Duski Samad.

“Saya mohon mari kita bersama-sama mengajak diri kita dan orang disekitar kita untuk menjalakan protokol kesehatan 3 M (pakai masker, Menjaga jarak, mencuci tangan).Yang terpenting bagaimana kita dapat mencegah penyebaran Covid-19 agar kita dapat beraktifitas dengan tenang dan aman kembali. Agar anak-anak kita dapat sekolah lagi. Kasihan kita dengan anak-anak kita yang tak bisa sekolah hanya karena kesombongan kita dan sikap sok tahu kita. Hentikanlah isu-isu tak bermoral itu,ajak Duski Samad yang kuatir dengan kondisi tidak bersekolahnya anak-anak.

“Banyak dampak emosional dan kepribadian terhadap anak anak kita. Bersekolah itu bukan hanya untuk mereka belajar. Tapi juga bagaimana mereka punya rasa empati dan kepedulian sosial terhadap lingkungannya.Terutama membentuk rasa kesetiakawanan dan pergaulan positif mereka,jelas Duski Samad. (Lailatul Aidil) 

Comments 0

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *