Pemkab Tanah Datar Targetkan Pendapatan Daerah Tahun 2021 Rp.1,02 Triliun
![]() |
| Sekda Tanah Datar Irwandi serahkan Ranperda APBD 2021 kepada Ketua DPRD H.Rony Mulyadi |
Tanah Datar, (Utama Post)—Meskipun masih dalam suasana Pandemi Covid 19, Pemkab Tanah Datar masih berani mentargetkan Pendapatan Daerah dalam Ranperda APBD 2021 ditargetkan sebesar Rp1.020.192.581.426,- seperti diajukan Bupati Tanah Datar diwakili Sekda Irwandi dalam rapat paripurna di gedung dewan setempat, Jum’at (13/11).
Rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD H.Rony Mulyadi didampingi Wakil Ketua Saidani dan Anton Yondra berlangsung lancar tanpa intrupsi, dihadiri sekitar 21 anggota DPRD Tanah Datar.
Sekda Irwandi selanjutnya menyampaikan, dari target Pendapatan Daerah tersebut, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dianggarkan sebesar Rp.130,- Milyar lebih yang bersumber dari pajak daerah sebesar Rp.20,- Miliar lebih, retrebusi daerah sebesar Rp8,5 Miliar lebih, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp.22,- Miliar lebih, dan lain lain PAD yang sah sebesar Rp.79,- Miliar lebih.
Sedangkan pendapatan transfer dianggarkan sebesar Rp.844,- Miliar lebih. Pendapatan transfer tersebut bersumber dari pendapatan transfer pemerintah pusat yang dianggarkan sebesar Rp.800,- Miliar lebih, dan pendapatan transfer antar daerah sebesar Rp.44,- Miliar lebih.
Didalam nota keungan yang disampaikan itu, pendapatan transfer pemerintah pusat yang dianggarkan sebesar Rp.800,’ Miliar lebih itu bersumber dari dana transfer umum- dana bagi hasil (DBH) sebesar Rp.8,8 Miliar lebih dan dana alokasi umum (DAU) sebesar Rp.722,- Miliar lebih.
Sedangkan, lain lain pendapatan daerah yang sah dianggarkan sebesar Rp.45,- Miliar lebih yang terdiri dari pendapatan hibah dari pemerintah pusat sebesar Rp1,9 Miliar lebih, dan pendapatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan sebesar Rp.43,- Miliar lebih.
Sekda mengatakan, pada kondisi dan kebijakan anggaran belanja daerah pada Ranperda APBD 2021 tercatat sebesar Rp.1 Triliun lebih yang terdiri dari belanja operasi sebesar Rp.895,- Miliar lebih. Dari belanja sebesar itu, belanja pegawai tercatat sebesar Rp.546,- Miliar lebih, belanja barang dan jasa sebesar Rp.293,- Miliar lebih, Hibah Rp.48,- Miliar lebih, dan Bansos Rp.6,5 Miliar lebih.
Belanja modal juga tercatat sebesar Rp.56,- Miliar lebih, yang terdiri dari belanja tanah Rp1,1 Miliar lebih, peralatan dan mesin Rp.15,- Miliar lebih, bangunan dan gedung Rp.9,7 Miliar lebih, belanja modal jalan, jaringan dan irigasi sebesar Rp.28,- Miliar lebih, dan belanja modal dan aset tetap lainnya sebesar Rp.1,9 Miliar lebih.(IRW)


Comments 0
EmoticonEmoticon