-->

Sabtu, 14 November 2020

 




Seperti hari- hari sebelumnya, H. Syarbaini Boy (70 Th) sang kakek dengan tubuh tinggi kekar ini selalu menghabiskan waktunya dengan kegiatan rutinitas yang suka bersirahturahmi ketempat-tempat biasa  nongkrok dengan teman-temanya.

Biasa, setelah shalat subuh yang selalu diawali sejam sebelumnya dengan Shalat tahajud, Pak Haji Boy ini dia akan melakukan olahraga ringan di depan Swalayan miliknya di kelurahan Mata Air kecamatan Padang selatan,kota Padang. Selanjutnya kakek dari seorang cucu ini, mengawasi dan memonitor para karyawannya yang membuka swalayan.”Humor dan sikap disiplin,Pak haji sela
lu mewarnai hari-hari kami bekerja di swalayan ini.Pak haji sudah seperti Bapak kita sendiri , kata Wati seorang gadis remaja yang jadi karyawan di Swalayan Pak Boy.

“ Saya benar-benar tak menyangka akan mendapat gejala Virus Corona, karena ibu (istri Pak Boy) setiap hari kalau saya akan pergi selalu berpesan untuk waspada dan jangan lupa pakai Handsanitaizer, dan cuci tangan. “itu saya ingat selalu, karena maaf, saya bukan mengada-ada. Saya selalu ingat pesan istri saya dan anak yang sangat menjaga kondisi kesehatan saya,kata pak Boy.

Hari itu, setelah Pukul 10 Pagi, seperti biasa pada tanggal 3 Oktober 2020, saya dengan membawa mobil sendiri,putar-putar di pusat kota Padang sembari mencari dimana duduk-duduk dengan teman-teman saya yang memang sudah berusia diatas 65 tahun semua,karena kami sama sama pensiunan PNS,kata pak Boy mantan Kadinas PU Tanah Datar,Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Solok itu.

Setelah nongkrok di dua tempat dimana ada teman-temanya, menjelang waktu shalat Zuhur,Laki-laki tegap ini dapat dipastikan akan pergi ke Mesjid Raya Ganting ( mesjid tertua di kota Padang) untuk menjalankan ibadah shalat Dzuhur berjamaah.

“Semua lancar-lancar saja dan tak ada yang ganjil.Setelah shalat pak Boy mengaku makan siang di salah satu rumah makan yang disukainya.

Disinilah awal cerita yang membuatnya sempat jadi stres terjadi. Setelah makan siang. Istirahat sejenak. Pak merasa kurang enak rasa badanya. Lantas memutuskan untuk pergi dari rumah makan itu.

“Saya tetap mengambil keputusan saat membawa mobil. untuk singgah dulu di kantor PWI Sumbar di jalan Bagindo Azischan. Karena bagi saya Adik-adik di PWI Sumbar adalah figur-figur  yang membuat saya selalu merasa berguna dan bermanfaat serta masih layak untuk beraktifitas meski usia saya sudah lanjut.”Adik-Adik pengurus PWI Sumbar itu semua sudah seperti saudara kandung saya. Justeru kalau saya tak ke PWI Sumbar itu.rasanya belum lengkap keseharian saya. kami hanya bercanda, berdiskusi dan berdialog yang membuat saya merasa sangat dimotivasi untuk terus berkarya meski ,sudah pensiun.

“Sesampai di PWI Saya langsung pesan kopi setengah dengan Bung Tomi yang juga anggota PWI Sumbar.Inilah awalnya kondisi saya sangat kurang baik sekali.

“ Pak boy, kok, tangan pak Boy gemeteran memegang Gelas. Letakan sajalah di meja ini,Kata Tomi pada saya.” Iya saya memang kurang enak badan rasanya. ”Pak boy lebih baik pulang sekarang, karena muka Pak boy agak memerah dan agak tegang pak boy dari biasanya. Setelah berpikir sejenak saya ikuti saran dari Bung Tomi ini. Saya mohon diri dan segera naik ke mobil saya untuk pulang.

Hanya butuh waktu 10 menit saya pun sampai di rumah saya yang juga swalayan. Saya sampaikan kondisi saya pada istri saya, dan sang istri menyuruh saya istrihat segera.

Saya coba untuk istirahat namun, mata ini tak mau terpejam.Sementara kondisi suhu badan semakin naik. Anak dan istri saya memutuskan untuk membawa saya ke Rumah sakit Semen Padang Hospital.

“Bapak harus diperiksa dan akan dilakukan Tes Swab. Bapak harus diperiksa insentif dan harap dirawat untuk memulihkan kondisi suhu tubuh yang tinggi menjelang Hasil tes Swab keluar. Sayapun dengan berat hati mengikuti saran dokter yang memeriksa saya.Sementara Istri dan anak saya dengan setia mendampingi saya dan memberi motivasi agar  saya tetap sabar dan tenang.

Malam harinya,saya betul-betul seperti mendapat berita yang cukup membuat saya terpukul. “Dari gejala dan kondisi Pak Boy kami berkesimpulan, pak Boy  berkemungkinan positif Covid 19.Namun pastinya dalam beberapa jam lagi kita akan tahu hasilnya. Jadi Pak Boy harus tinggal di rumah sakit,kata dokter jaga.

“Sabar uda, istigfar dan berzikir serahkan semua pada Allah, itulah biiikan suara istri trcinta saya ke telinga saya,ketika saya diberi kabar sementara  oleh Dokter jaga,kata Boy.

Saya terdiam dan mencoba menenangkan diri saya. Sulit memang menerima kenyataan kalau memang benar saya terkena covid-19. istri saya diminta untuk meninggalkan saya sendirian di ruang perawatan. Meski hasil tes Swab belum dapat. Tapi demi kebaikan istri dan anak saya,mereka harus menjaga jarak dari saya.

“Ini benar-benar pukulan terberat dalam hidup saya. Yah orang-orang yang saya cintai harus menjauh dari saya.Seperti kiamat kecil saja rasanya.Air mata saya jatuh kedalam ketika meliaht istri dan anak saya meninggalkan saya sendirian di kamar itu. Tiga jam pun berlalu dalam kesendirian di kamar sepi itu.

“Pak Boy sabar ya,Pak Boy Positif Covid 19, maka sesuai prosedur pak Boy harus diisolasi di Rumah sakit ini selama 14 Hari. Dan nanti tolong ceritakan dari mana saja pak boy sebelumnya,kata sang dokter.

Maka, se lanjutnya sayapun menjalani hari-hari isolasi diri saya dengan kesendirian, termasuk tak boleh menerima telepon oleh sang anak yang tak ingin saya mendenagr atau berpikir macam-macam.

Hari pertama betul-betul mencekam,  saya yang biasanya berkeliaran setiaphari, harus terkurung dan berdiam seorang diri.Tapi saya coba untuk tenang meski kondisi tubuh masih sangat tidak baik.Suhu tubuh saya masih tinggi.

“istigfarlah, dan ambil hikmah dari semua kejadian ini, kata-kata inilah yang membantin dalam diri saya. Saya coba bersikap tenang dan memaknai Bisikan dan kata hati ini dengan tenang.

“Alhamdulillah, setelah suhu tubuh saya agak mendingan, saya mencoba untuk berkosentrasi dan beristigfar serta berzikir. Alhamduliullah dengan zikir dan istigfar, pada hari ketiga saya muali merasa kondisi mulai tenang.Pikiran saya mulai fokus dan saya terus mengingat ALLah serta saya mulai minta HP saya kareAna saya ingin mendengarkan Asma Allah,kata pak Boy.

Hari ke lima, saya sudah merasa baikan kondisi saya, dan saya tak mau berpisah dengan lafaz-lafaz suci ayat Alqur’an. Luar biasa saya seperti mendapatkan motivasi tinggi untuk menyehatkan kondisi tubuh saya.

“Rindu untuk bertemu Istri dan Anak saya, serta keinginan untuk membuktikan buktikan bahwa saya dapat sehat kembali berkat rahmat Allah, membuat kondisi saya dapat cepat pulih.

Akhirnya.Hari keempat belas, saya kebali dapat melihat senyum istri dan anak saya yang menjemput saya untuk pulang.Saya dnyatakan bebas covid 19 dan sudah sembuh.

Alhamdulillah, allahu akbar, terimakasih Allah, inilah dua kata yang keluar dari bibir saya ketika mendapatkan keterangan  sehat dari sang Dokter.

“ Tidak ada sebab lain, semua hanya karena Allah,  maka saya sehat kembali. Banyak hikmah yang saya dapat selama masa isolasi.

“Saya sangat percaya itu, dan saya harap kita semua umat islam harus percaya, jika Allah berkehendak sehat, maka saya pasti sehat. Namun saya sadari, tentu semua harus dengan proses dan upaya diri kita sendiri. Dengan sakit saya menyadari semua kesalahan saya dan saya berdoa minta ampun dan berdoa untuk sehat,kata pak Boy.

“ Saya betul-betul meningkatkan rasa keimanan saya kepada Allah dan saya berjanji untuk selalu mengerjakan perintah Allah untuk selalu berwasiat atau saling mengingatkan kepada sesama akan segala hal-hal yang akan merugikan kita sebagai insan manusia.

“ Jadi Berserah diri dan dekatkanlah diri kepada Allah, niscaya kita akan jauh dari Covid. Karena dengan mengerjakan perintah Allah seperti Shalat dan ibadah lainnya,maka dengan sendirinya kita menjaga kebersihan dan kesehatan kita.  Hal itu adalah merupakan sikap Hablumminallah. Menjaga Hubungan dengan Allah. Sementara sikap saling mengingatkan kepada manusia adalah Sikap Hablumminnas.Hubungan kita dengan manusia.

“Sekali lagi, Yakinlah, dengan selalu Mengerjakan perintah Allah dan ingat dengan ALLah dimanapun kita berada, insya Allah Covid akan menjauh dari kita,kata H.Boy dengan wajah yang terlihat lebih tenang dan bersih. “Sayapun sekarang mengingatkan orang disekeliling saya untuk selalu memakai  masker dan menjaga jarak. Karena saling berwasiat untuk kebaikan itu adalah perintah Allah. Jadi itu bukan hanya pesan ibu tapi perintah Allah. Yaitu selalu menjaga kebersihan tubuh kita.kata H.Boy memberi nasehat.. (Lailatul Aidil)

Comments 0

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *