Sekilas Tentang Sumatera Barat Tuan Rumah MTQ Nasional XXVIII tahun 2020
Padang (Utama Post)-Provinsi Sumatera Barat sering disebut dengan nama lain Minangkabau atau kalau kita berada di perantauan sering disebut dengan urang Padang. Satu hal yang tak akan pernah bisa dibantah oleh siapapun juga, orang Minangkabau terkenal dengan pola hidup merantaunya. Sehingga dalam filsafat hidup oang Minang muncul pepatah “ Karatau madang di hulu babuah babungo Balun, Marantau bujang dahulu,dikampung baguno balun.
Makanya semua anak muda di Minangkabau atau Sumatera Barat diminta untuk merantau untuk membekali dirinya dengan berbagai ilmu dan kemampuan beradaptasi yang tak di dapat di perguruan tinggi.
Ada beragam pendapat tentang awal mula Islam tersebar di Minangkabau. Mayoritas masyarakat Minangkabau menjadi Muslim, Islam mulai dikenal kalangan istana Pagaruyung sejak abad ke-17. Dalam Tambo dijelaskan, raja pertama yang memeluk agama ini bergelar Sultan Alif. Setelah Islam diterima, adat Minangkabau disempurnakan dengan ketentuan agama, yakni sesuai Alquran dan Sunah. Pepatah “Adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah” merupakan sintesis dari oposisi biner tersebut. Adat berjalan seiring dengan tuntunan agama (syara’/syariat).
Seorang pemuka adat mesti seorang Muslim yang taat menjalankan syariat Islam. Di saat yang sama, seorang ulama harus memahami adat Minangkabau secara komprehensif.
Pemaknaan “adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah” telah melalui proses yang amat panjang. Maka dari itu, sampai saat ini pun sulit memisahkan antara adat dan agama dalam kultur masyarakat Minangkabau.
Beberapa ulama besar dunia lahir dari Sumatera Barat atau Minangkabau seperti Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi al-Makki Tokoh ini lahir di Kota Tuo- Balai Gurah, IV Angkek Candung, Agam, Sumatra Barat, pada hari senin, 6 dzulhijjah 1274 H (1860 M) .beliau adalah ulama besar Indonesia, Khatib dan guru besar di Masjidil Haram. Kemudian Syaikh Yasin al-Faddani al-Makki. Beliau merupakan tokoh Minang yang terkemuka di Tanah Suci setelah Syaikh Ahmad Khatib Minangkabau. Namanya terukir indah dalam buku-buku biografi ulama modern dunia.
Selanjutnya ada nama Pro.Dr. Haji Abdul Karim Amrullah (Bapak Buya Hamka) Haji Rasul atau Inyiak Dotor, 1879–1945) berasal dari Sungai Batang, Maninjau bersama Haji Dr Abdullah Ahmad (1878–1933) merupakan orang Indonesia terawal yang mendapat gelar doktor kehormatan dari Universitas Al-Azhar, Mesir. Kemudian Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka, 1908–1981).Yang juga meraih gelar Doktor dari Al Azhar. Banyak ulama besar asal Minangkabau yang menyebqrkan Islam ke penjuru Nusantara.
Saat ini ulama asal Sumatera Barat yang sangat disegani diantaranya Syekh Yasin Al-Fadani (1915–1990) adalah salah seorang ulama keturunan Minangkabau yang lahir di Mekkah, Arab Saudi. Semasa hidupnya ia aktif memberi kuliah di Masjidil Haram, serta ia merupakan penulis buku Islam yang produktif. Prof. Dr. H. Ahmad Syafii Maarif adalah ulama abad ke-21 kelahiran Sumpurkudus, Sijunjung, yang pernah memimpin Muhammadiyah. Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA, CBE adalah akademisi Muslim asal Indonesia. Ia juga dikenal sebagai cendekiawan muslim. Azyumardi terpilih sebagai Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Sama dengan daerah lain , Sumatera Barat setiap tahun juga memperingati hari jadinya yakni tangal 1 Oktober. Karena hari lahir provinsi Sumatera Barat di tetapkan DPRD dan Pemprov Sumbar tanggal 1 Oktober 1945.
Sumatera Barat saat ini dipimpin Gubernur Prof.Irwan Prayitno Datuk Rajo Bandaro Basa, dengan Wakil Gubernur Nasrul Abit Datuk Malintang Panai. Sumatera Barat terdiri dari 12 Kabupaten dan 7 Kota. Dengan Ibu kota Propinsinya. Kota Padang.Saat ini penduduk Sumbar berjumlah 5,48 juta.
Sumatera Barat sebelumnya telah pernah menjadi tuanrumah MTQ ke 13 yakni tahun 1983, saat itu Sumatera Barat di pim[in oleh Gubernurnya Azwar Anas. MTQ Nasional ke 13 tahun 1983 sampai saat ini menghasilkan sebuah sarana yang cukup fenomenal sampai saat ini yakni Tempa pembukaan dan penutupan MTQ naasional ke 13 yang kemudian disulap jadi GOR H.Agus Salim yang berdiri kokoh hingga saat ini.(aidil)


Comments 0
EmoticonEmoticon