-->

Sabtu, 05 September 2020




Padang (UP)- Tak banyak yang berubah dari sosok Wagub Sumbsr Nasrul Abit.  Sosok ini sangat familiar dan penuh rasa persaudaraan. Raut wajah persahabatan tetap terpancar dari seorang Nasrul Abit dengan siapapun dia berpapasan.

Ba'da Zuhur, suatu hari dua tahun yang lalu. ketika Penulis akan melakukan shalat Zuhur ke Mesjid Nurul Iman,Penulis terlambat dan tak sempat shalat berjamaah. Saat penulis masuk Mesjid ,jemaah telah selesai berdoa dan shalat Sunat.

 Sesampai di dalam mesjid,tiba-tiba penulis berpapasan dengan sosok yang cukup familiar bagi penulis karena penulis seorang wartawan di Sumbar ini. penulis yakin,Wagub pasti tidak kenal dengan penulis sebagai seorang wartawan.Penulis,mencoba mengambil jarak.

"Baa dinda talambek Shalat,lai sehat-sehat sajo.Tiba-tiba ada yang menyapa penulis.Penulis mengangkat muak melihat asal suara tersebut.Ternyata sosok yang penulis yakin itu adalah Wagub Sumbaar menyapa penulis.

"Ah ,iya pak, tatangguang tadi karajo saketek,jawab penulis seraya membalas uluran tangan sosok Wagub Sumbar ini. Penulis menjadi serba salah tingkah. Penulis mengira tentu seorang pejabat biasanya dialah yang harus disapa terlebih dahulu.

"gDima karajo dinda,tanya Wagub seraya mengenggam tangan penulis."Ambo wartawan pak,dari PWI singgah ka kantua di subalah (Kantor Mingguan Rakyat Sumbar (Saat itu penulis Pimred). "  Oi Dunsanak ambo dari PWI Sumbar ruponya, .Baa lai sehat,lai lancar koran  tu,tanya Wagub dengan mimik wajah yang sanvat  bersahabat dan teduh sekali. Alhamdulillah pak. "Segeralah dinda Shalat,ambo kakantua dulu,jawab Wagub Sumbar Nasrul Abit.

 Ternyata Kemaren Ba'da Shslst Jum'at sosok yang familiar itu datang ke kantor PWI Sumbar. Sebelumnya kami pengurus PWI Sumbr sudah mendapat sinyal dari ketua PWI Sumbar bahwa Wagub sumbar Nasrul Abit akan mampir ke kantor setelah shalart Jum'at.

Penulis sendiri memang sedikit terlambat datang ke kangor PWI,karena shalat Jumat di mesjid dekat rumah.Saat penulis sampai dan masuk ruang pertemuan,Wagub Sumbr sosok yang menyapa penulis dua tahun lalu itu sedang menyampaikan kesan dan pengelamanya.

" Suatu waktu takana-kana dek ambo, wakatu itu sadang banyak pikiran , apo lai covid sadang bajadi pulo, takaja-kaja masuk ruang kerja lupo manyapo kawan-kawan PWI Sumbar nan sadang manunggu masuk ke ruang pak Gubernur, mungkin ado nan tasingguang, marah, ambo minta maaf bukan karena sengaja.


Hal ini diungkap Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit seusai makan siang bersama demgan pengurus Persatuan Wartawan Imdonesia (PWI) provinsi Sumatera Barat, Jum'at (4/9/2020). 

Hadir Ketua PWI Sumbar Heranof Firdaus,, Ketua Dewan Kehormatan Basril Basyar, Ketua SMSI Sumbar Zulnadi, dan pengurus PWI Sumbar lainnya.

Lebih lanjut Nasrul Abit juga katakan mengingat peristiwa itu telah menjadi pemikiran untuk berkunjung ke kantor PWI  dan karena kesibukan yang padat apa lagi dinamika politik saat ini, baru ada kesempatan hari ini. 

"Saya sudah bicara hal ini dengan saudara Zardi dan bagaimana baiknya ada pertemuan silaturrahmi ini. Alhamdullilah terlaksana hari ini, mudah-mudahan ini menjadi kebaikan bagaimana kebersamaan dalam memajukan kampuang halaman Sumatera Barat tidak bisa sendiri, butuh dukungan dan perhatian bersama-sama," ungkapnya.

Nasrul Abit sampaikan, hampir lima tahun bersama pak Gubenur Irwan Prayitno bekerja menjalankan roda pemerintahan provinsi Sumatera Barat ada suka dan duka. Kami selalu bekerja sama dengan baik, saling memahami satu sama lain, berdialog dan berdiskusi setiap saat dalam bekerja dan mengambil kebijakan.

"Dan pak Gubernur yakin bahwa jika ada kebijakan yang ambo ambil dalam tugas yang diperintahan juga menjadi kebijakan gubernur. Ada tugas yang diberikan pak gubernur pertama melepaskan 3 kabupaten tertinggal (Mentawai, Solok Selatan dan Pasaman Barat) lepas dari karegori daerah tertinggal. Kabupaten Solok Selatan dan Pasbar tahun 2019 dapat keluar sementara Mentawai belum karena infrastruktur pembangunannya yang belum memadai," terangnya.

Nasrul Abit tambahkan, kedua majukan pengembangan potensi pariwisata dan ketiga pengembangan ekonomi masyarakat pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Sumatera Barat.

"Dan diakui keberhasilan yang telah diraih selama ini tidak lepas dari dukungan dan kerja keras kawan-kawan jurnalis dan media massa bagaimana upaya memajukan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat. Termasuk dalam penanganan antisipasi penyebaran covid 19 di Sumbar saat ini," ungkapnya. 

Wakil Gubernur Sumbar Drs. Nasrul Abit, MM d didampingi Plt Kepala Biro Humas Zardi Syahril,SH., sekaligus menyampaikan niat untuk maju bersama pasangan Indra Catri yang kini Bupati Agam.

“Ini adalah pertemuan yang ditunggu-tunggu sejak lama. Kami tahu kesibukan waktu Pak Wagub yang berkunjung ke pelosok daerah. Alhamdulillah hari ini kita dapat bersilaturahmi,” kata Ketua PWI Sumbar H. Heranof Firdaus, S.Sos mengawali diskusi lepas itu.

Menurut Heranof, yang didampingi Ketua Dewan Kehormatan PWI Dr. Ir. Basril Basyar, MM., silaturahmi dengan petinggi Pemprov seperti Wakil Gubernur ini, akan banyak manfaatnya, terutama untuk mendapatkan informasi dan latar belakang informasi.

Sehingga wartawan dapat menulis berita dengan pemahaman yang lebih baik dan mendalam.

Karena itu, harapan Heranof Firdaus, silaturahmi yang diisi dengan makan siang bersama ini, dapat dilakukan secara berkala, sehingga wartawan terutama Pengurus PWI Sumbar mendapatkan informasi yang maksimal dalam mensupport pembangunan Sumatera Barat.

Sementara itu Wakil Gubernur Sumbar Drs. Nasrul Abit, MM menyampaikan capaian tugas yang diembankan Gubernur Sumbar kepadanya, yaitu mengentaskan kabupaten tertinggal di provinsi ini..(Aidil)

Comments 0

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *