''Impian Warga Kami Untuk Mempunyai Jalan Layak Terwujud Melalui TMMD''
''Kami harus
benar-benar mengucapkan terimakasih kepada Pak Dandim, Letkol Inf Ikhsan Agung Widyo Wibowo, S.I.P dan
seluruh jajarannya, yang menjadikan desa kami sebagai sasaran TMMD Reguler di
semester III tahun 2020 ini. Banyak desa yang menginginkannya, tapi pilihan
jatuh ke desa kami,'' tandas Kades Jatiwarno, Catur Sujito.
Menurutnya,
ibarat pucuk dicinta ulam pun tiba.
Sebenarnya sudah lama warga Jatiwarno inginkan jalan pertanian yang
menghubungkan dusun Sonosari ke dusun
Trugo bahkan bisa sambung ke sebuah desa yang masuk wilayah Kabupaten Wonogiri,
dibangun.
''Dan kali
ini cita-cita, atau boleh dibilang impian warga kami untuk dibangunnya jalan
pertanian tidak lama lagi akan terwujud dengan adanya TMMD Reguler ke 109 Kodim
Karanganyar. Terima kasih Pak Dandim,''
ungkap Kades Sujito.
Seperti
diketahui, di pelaksanaan TMMD Reguler
ke 109 Kodim 0727/Karanganyar, di desa Jatiwarno, salah satu sasaran fisiknya
adalah, TNI bersama warga akan membangun
jalan sepanjang 770 meter dengan lebar
3 meter dan tebalnya mencapai 12
Cm. di Pra TMMD yang sudah mulai digelar 1 September 2020 lalu, untuk sasaran
fisik ini sudah mulai disentuh oleh TNI dan warga.
Jalan
Setapak
Diceritakan
Kades Sutejo yang baru menjabat di Jatiwarno
sekitar 1,5 tahun itu, bahwa
jalan yang akan dibangun melalui TMMD dari Kodim Karanganyar itu, dulunya
hanyalah jalan setapak yang lebarnya tidak kurang dari 1 meter.
Melihat
penderitaan warga baik di dusun Sonosari
maupun dusun Trugo, dimana dengan kondisi jalan yang tidak memadai itu,
sementara di kanan kiri jalan tersebut
merupakan areal sawah warga, membuat warga kesulitan untuk beraktivitas,
Kades Sutejo berinisiatif memelopori ruas jalan setapak yang menghubungkan
dusun Sonosari ke dusun Trugo itu, untuk dilebarkan.
''Tentu
tidak semudah untuk memberi pengertian kepada warga untuk melebarkan rusa jalan
itu, menyusul untuk melebarkan jalan tersebut banyak tanah
sawah milik warga yang harus terkepras,'' tutur Catur Sutejo.
Namun
akhirnya melalui sosialisasi panjang, warga akhirnya gayung bersambut. Warga menyadari
betapa pentingnya ruas jalan itu, akhirnya mereka rela untuk mengorbankan
tanahnya terkepras.


Comments 0
EmoticonEmoticon