-->

Sabtu, 04 Januari 2020

Tema : Melestarikan Peninggalan Peradaban Masa lalu di Kabupaten Dharmasraya

Upaya Mewujudkan ” Kab. Dharmasraya Is The Best “ Lewat Pelestarian Sejarah dan Budaya

Oleh: Lailatul Aidil

 (Pemimpin Umum Media Online Utamapots.com/ Ketua Bidang Sosial PWI Sumbar/ Wartawan Utama)

1.         Pendahuluan

Ternyata apa yang dikatakan Presiden Pertama Indonesia Ir.Soekarno puluhan tahun lalu jadi kenyataan. Pada satu kesempatan, Ir.Soekarno mengatakan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah bangsanya. Terbukti negara Jepang dan Singapura yang saat ini menjadi negara besar.Mereka adalah bangsa yang sangat menghargai sejarah dan nilai-nilai tradisional bangsanya.

Indonesia adalah sebuah negara yang memiliki banyak sejarah perjalanan bangsanya. Baik sebagai sebuah kesatuan negara maupun sejarah dari daerah atau kerajaan-kerajaan yang ada sejak zaman pra sejarah hingga zaman reformasi sekarang ini. Demikian pula dengan Kabupaten Dharmasraya yang dulunya jadi pusat Kerajaan Melayu di Nusantara ini.

Sejarah sebagai sebuah peradaban dan perjalanan hidup sebuah bangsa, pada hakekatnya memiliki nilai-nilai penting dan sangat berharga bagi kehidupan masa depan bangsa itu kelak. Karena dari sejarahlah, anak cucu dan generasi penerus suatu bangsa mengetahui bagaimana bangsa itu berdiri dan menjalani perjalanan panjang sebagai sebuah bangsa.

2.         Langkah Pengenalan Sejarah Kerajaan Melayu di Dharmasraya

Luar biasa……… apa yang dilakukan Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan, SE dengan menggelar festival Pamalayu . Kita yakin bahwa Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan  menggelar festival Pamalayu bukanlah untuk mengembalikan kebesaran kerajaan Melayu dan membubarkan negara kesatuan Republik Indonesia.
Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan, SE


Kita sangat optimis dengan upaya yang dilakukan Kabupaten Dharmasraya yang dipimpin Bupati Sutan  Riska Tuanku Kerajaan, SE . Hanya dengan komitmen dan dukungan penuh dari pemimpin suatu negerilah, nilai-nilai luhur budaya bangsa ini dapat berjalan dan komit untuk diajarkan kepada generasi muda bangsa ini. Sehingga hal ini membuat mereka bangga dengan sejarah bangsanya dan dengan harapan kelak akan juga dapat membentuk sikap mental dan karakter generasi muda yang baik di masa depan nanti.
Salah Satu Rangkaian Acara Festival Pamalayu di Dharmasraya
Semua pihak tersentak dan kagum dengan festival Pamalayu yang digelar Pemkab Dharmasraya. Orang menganggap ini hanya sebuah pagelaran seni untuk memeriahkan hari jadi kota saja. Bupati termuda di Indonesia tersebut tengah menyusun langkah besar untuk mempromosikan sejuta pesona sejarah dan budaya Kabupatern Dharmasraya yang dulunya adalah pusat kerajaan Melayu di Dharmasraya.

Di kawasan ini 11 abad yang silam,lahir dan mulai berkembangnya sejarah kerjaan melayu tertua di negeri ini. Sebagai sebuah kerajaan Melayu terbesar di Asia Tenggara, jelas, Kerajaan Dharmasraya mempunyai peninggalan-peninggalan sejarah yang sangat fenomenal. Kerjaan Melayu di Dharmasraya saat itu menjadi pusat perkembangan bangsa-bangsa di kawasan Asia Tenggara.

Saat ini di Kabupaten Dharmasraya terdapat berbagai macam peninggalan sejarah dan budaya yang ditinggalkan nenek moyang dari kerajaan melayu di Dharmasraya,diantaranya Candi Padang Roco . Ada juga Rumah Gadang Siguntur,Mesjid tua Siguntur, Situs makam raja  Siguntur. Situs Makam raja Siguntur ternyata memberikan gambaran bagaimana sikap dan kehidupan raja-raja si Gunur,karena ternyata makam mereka hanya dibuat dari dan ditandai dengan batu nisan saja. Sungguh sebuah kehidupan yang sederhana dan bersahaja.
 
Archa Amoghapasha Bukti sejarah Persahabatan  Jawa dan Sumatera dan bukti Ekspedisi Pamalayu
Selain itu juga ada situs pulau sawah,situs awang Maombiak dan situs Padang lawas. Sementara itu dari peristiwa Ekspedisi Pamalayu di Dharmasraya sekarang, ada Arca Amogophasa dari Raja Singhasari bernama Kartanegara dengan tujuan untuk menjalin perdamaian.

Sungguh sebuah program yang sangat tepat dan sangat bernilai tinggi yang dibuat oleh Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan,SE dengan menggelar Festival Pamalayu. Gelaran Festival Pamalayu pasti sangat didukung oleh sejarahwan baik dari tingkat nasional maupun Internasional.Dengan adanya festival Pamalayu,diharapkan penilaian selama ini yang menganggap “Kerajaan Melayu (Dharmasraya sekarang) Takluk oleh kerajaan Singhasari adalah tidak benar” .

Justeru Penyerahan dara Petak dan daar Jingga adalah sebagai upaya perdamaian dan persaudaraan.Ini membuktikan Kerajaan Melayu adalah bangsa yang ramah dan suka menjalin persaudaraan.

Jelas apa yang dilakukan atau jawaban yang diberikan kerajaan Melayu saat mendapat kunjungan ekspedisi Pamalayuoleh kerajaan Singhasari,telah memperlihatkan jati diri dari kerajaan Melayu yakni sebagai suatu suku bangsa yang cinta perdamaian dan suku menjalin persaudaraan.Jadi itu bukanlah wujud dari penyerahan diri atau rasa takluk kepada suku bangsa yang lain.

Tampaknya sejarah yang telah terpatri selama ini dalam beberapa kurun waktu inilah yang ingin diluruskan Pemerintah Kabupatern Dharmasraya yang saat ini dipimpiun Sutan Riska Tuanku Kebesaran.Dan juga ini sebagai simbol jati diri kerajaan melayu yang cinta damai dan persatuan. Bentuk Jawaban yang diberikan kerajaan Melayu dalam peristiwa Ekspedisi Pamalayu kiranya dapat dijadikan awal dari Terbentuknya Cikal Bakal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Jadi kerajaan Melayu telah merintis NKRI sejak peristiwa Ekspedisi Pamalayu.


Untuk itu program pelestarian sejarah menurut data dari masyeakat setempat adalah hal yang sangat tepat. Bahkan UNESCO pada satu kesempatan menyatakan bahwa kelestairan suatu situs peninggalan sangat tergantung kepada Pelaku dan generasi penerus dari suku bangsa yang bersangkutan.

3.         Upaya Pelesetarian Sejarah dan Peradaban Masa lalu oleh Pemkab Dharmasraya

Festival Pamalayu yang diinisiasi oleh Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku kerajaan,SE adalah suatu upaya pelestarian budaya dan peninggalan sejarah yang harus kita dukung bersama dengan harapan kelak akan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat luas.

Kembali kepada upaya pelestarian sejarah dan gelaran festrival pamalayu 2019 ini. Untuk melestarikan sebuah budaya dan sejarah maka tentu kita harus mengetahui terlebih dahulu jenis dan bentuk peninggalan sejarah itru sendiri.

Saat ini di Kabupaten Dharmasraya sangat banyak ditemukan Prasasti dalam bentuk tulisan atau gambar dalam batu.Prasasti-prasasti ini sangat banyak bertebaran di kawasan Dharmasraya. Ini jelas butuh satu tindakan penyelamatan terhadap prasasti-prasasti tersebut.
 
Candi Padang Roco Bukti Situs Sejarah Yang Harus Dijaga Kelestariannya
Selain dalam bentuk tulisan atau Prasasti , kita juga yakin peninggalan sejarah itu ada dalam bentuk bangunan seperrti Candi, Istana atau tempat ibadah. Peninggalan sejarah itu juga ada dalam bentuk karya seni  dan adat istiadat.

Inovasi cerdas telah dilakukan Bupati Sutan Riska Tuanku kerajaan, Seperti, festival Pamalayu adalah langkah awal untuk sebuah proyek pengembangan Objek Wisata yang prestisius nantinya. Bali menjadi terkenal karena adat dan budayanya, maka kelak Dharmasraya akan menjadi terkenal di dunia dengan peninggalan sejarah dan budayanya.

4.         Harapan dan Asa dari Pelestarian Sejarah dan Budaya untuk Masa Depan Kabupaten Dharmasraya.

Dalam suatu proses pembangunan sebuah bangsa atau daerah,maka jelas ada suatu perubahan.Karena perubahan itulah yang terus terjadi di dunia ini. Sementara perubahan itu adalah akibat atau buah dari perbuatan dan akal manusia sebagai pelakunya. Jadi jelas bahwa manusia punya peran yang sangat penting dalam pembangunan sebuah bangsa atau daerah.

Sementara untuk menjalankan pembangunan itu sendiri dibutuhkan orang-orang yang andal dalam berpikir dan orang-orang yang dapat memberikan motivasi bagi orang lain untuk menjalankan pembangunan itu.
 
Festival Pamalayu Diharapkan Menjadikan Dharmasraya " Kabupaten  Is The Best " di masa Datang
Semua pihak baik itu kalangan elit dan masyarakat awam di Kabupaten Dharamsraya harus seiya sekata dalam menjalankan “ Program Emas” Kabupaten Dharmasraya ini.Mengapa kami sebut “Program Emas”, karena program ini dapat dilihar hasilnya paling cepat 20 atau 30 tahun yang akan datang.Yakinlah kita bersama bahwa program ini akan membuat Kabupaten Dharmasraya jadi Kabupaten “ Is The Best”.

Untuk itu Program yang diinisasi oleh Bupati Termuda di Indonesia ini,jangan sampai “Mati Di tengah Jalan”. Kita menyarakan agar DPRD dan Pemkab Dharmasraya serta di dukung semua masyarakat Dharmasraya untuk memasukkan program ini dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Dharmasraya. Sehingga siapapun kelak yang akan memimpin pemerintahan di Dharmasraya ini, “Program Emas” Pelestarian sejarah dan Budaya Dharmasraya ini tetap berjalan dan kelak akan didapatkan dan dirasakan hasilnya.


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *