Upaya Mewujudkan ” Kab.Dharmasraya is The Best “ Lewat Pelestarian Sejarah dan Budaya
Tema : Melestarikan Peninggalan Peradaban Masa lalu di
Kabupaten Dharmasraya
Upaya Mewujudkan ” Kab. Dharmasraya Is The Best “
Lewat Pelestarian Sejarah dan Budaya
Oleh: Lailatul Aidil
(Pemimpin Umum Media Online
Utamapots.com/ Ketua Bidang Sosial PWI Sumbar/ Wartawan Utama)
1. Pendahuluan
Ternyata apa yang dikatakan Presiden Pertama Indonesia
Ir.Soekarno puluhan tahun lalu jadi kenyataan. Pada satu kesempatan,
Ir.Soekarno mengatakan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai
sejarah bangsanya. Terbukti negara Jepang dan Singapura yang saat ini menjadi
negara besar.Mereka adalah bangsa yang sangat menghargai sejarah dan
nilai-nilai tradisional bangsanya.
Indonesia adalah sebuah negara yang memiliki banyak
sejarah perjalanan bangsanya. Baik sebagai sebuah kesatuan negara maupun
sejarah dari daerah atau kerajaan-kerajaan yang ada sejak zaman pra sejarah
hingga zaman reformasi sekarang ini. Demikian pula dengan Kabupaten Dharmasraya
yang dulunya jadi pusat Kerajaan Melayu di Nusantara ini.
Sejarah sebagai sebuah peradaban dan perjalanan hidup
sebuah bangsa, pada hakekatnya memiliki nilai-nilai penting dan sangat berharga
bagi kehidupan masa depan bangsa itu kelak. Karena dari sejarahlah, anak
cucu dan generasi penerus suatu bangsa mengetahui bagaimana bangsa itu berdiri
dan menjalani perjalanan panjang sebagai sebuah bangsa.
2. Langkah
Pengenalan Sejarah Kerajaan Melayu di Dharmasraya
Luar biasa……… apa yang dilakukan Bupati Dharmasraya
Sutan Riska Tuanku Kerajaan, SE dengan menggelar festival Pamalayu . Kita
yakin bahwa Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan menggelar
festival Pamalayu bukanlah untuk mengembalikan kebesaran kerajaan Melayu dan
membubarkan negara kesatuan Republik Indonesia.
![]() |
| Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan, SE |
Kita sangat optimis dengan upaya yang dilakukan
Kabupaten Dharmasraya yang dipimpin Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan, SE
. Hanya dengan komitmen dan dukungan penuh dari pemimpin suatu negerilah,
nilai-nilai luhur budaya bangsa ini dapat berjalan dan komit untuk diajarkan
kepada generasi muda bangsa ini. Sehingga hal ini membuat mereka bangga dengan
sejarah bangsanya dan dengan harapan kelak akan juga dapat membentuk sikap
mental dan karakter generasi muda yang baik di masa depan nanti.
![]() |
| Salah Satu Rangkaian Acara Festival Pamalayu di Dharmasraya |
Semua pihak tersentak dan kagum dengan festival
Pamalayu yang digelar Pemkab Dharmasraya. Orang menganggap ini hanya sebuah
pagelaran seni untuk memeriahkan hari jadi kota saja. Bupati termuda di Indonesia
tersebut tengah menyusun langkah besar untuk mempromosikan sejuta pesona
sejarah dan budaya Kabupatern Dharmasraya yang dulunya adalah pusat kerajaan
Melayu di Dharmasraya.
Di kawasan ini 11 abad yang silam,lahir dan mulai
berkembangnya sejarah kerjaan melayu tertua di negeri ini. Sebagai sebuah
kerajaan Melayu terbesar di Asia Tenggara, jelas, Kerajaan Dharmasraya
mempunyai peninggalan-peninggalan sejarah yang sangat fenomenal. Kerjaan Melayu
di Dharmasraya saat itu menjadi pusat perkembangan bangsa-bangsa di kawasan
Asia Tenggara.
Saat ini di Kabupaten Dharmasraya terdapat berbagai
macam peninggalan sejarah dan budaya yang ditinggalkan nenek moyang dari
kerajaan melayu di Dharmasraya,diantaranya Candi Padang Roco . Ada juga Rumah
Gadang Siguntur,Mesjid tua Siguntur, Situs makam raja Siguntur. Situs
Makam raja Siguntur ternyata memberikan gambaran bagaimana sikap dan kehidupan
raja-raja si Gunur,karena ternyata makam mereka hanya dibuat dari dan ditandai
dengan batu nisan saja. Sungguh sebuah kehidupan yang sederhana dan bersahaja.
Selain itu juga ada situs pulau sawah,situs awang
Maombiak dan situs Padang lawas. Sementara itu dari peristiwa Ekspedisi
Pamalayu di Dharmasraya sekarang, ada Arca Amogophasa dari Raja Singhasari
bernama Kartanegara dengan tujuan untuk menjalin perdamaian.
Sungguh sebuah program yang sangat tepat dan sangat
bernilai tinggi yang dibuat oleh Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku
Kerajaan,SE dengan menggelar Festival Pamalayu. Gelaran Festival Pamalayu pasti
sangat didukung oleh sejarahwan baik dari tingkat nasional maupun
Internasional.Dengan adanya festival Pamalayu,diharapkan penilaian selama ini
yang menganggap “Kerajaan Melayu (Dharmasraya sekarang) Takluk oleh kerajaan
Singhasari adalah tidak benar” .
Justeru Penyerahan dara Petak dan daar Jingga adalah
sebagai upaya perdamaian dan persaudaraan.Ini membuktikan Kerajaan Melayu
adalah bangsa yang ramah dan suka menjalin persaudaraan.
Jelas apa yang dilakukan atau jawaban yang diberikan
kerajaan Melayu saat mendapat kunjungan ekspedisi Pamalayuoleh kerajaan
Singhasari,telah memperlihatkan jati diri dari kerajaan Melayu yakni sebagai
suatu suku bangsa yang cinta perdamaian dan suku menjalin persaudaraan.Jadi itu
bukanlah wujud dari penyerahan diri atau rasa takluk kepada suku bangsa yang
lain.
Tampaknya sejarah yang telah terpatri selama ini dalam
beberapa kurun waktu inilah yang ingin diluruskan Pemerintah Kabupatern
Dharmasraya yang saat ini dipimpiun Sutan Riska Tuanku Kebesaran.Dan juga ini
sebagai simbol jati diri kerajaan melayu yang cinta damai dan persatuan. Bentuk
Jawaban yang diberikan kerajaan Melayu dalam peristiwa Ekspedisi Pamalayu
kiranya dapat dijadikan awal dari Terbentuknya Cikal Bakal Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI). Jadi kerajaan Melayu telah merintis NKRI sejak peristiwa
Ekspedisi Pamalayu.
Untuk itu program pelestarian sejarah menurut data
dari masyeakat setempat adalah hal yang sangat tepat. Bahkan UNESCO pada satu
kesempatan menyatakan bahwa kelestairan suatu situs peninggalan sangat
tergantung kepada Pelaku dan generasi penerus dari suku bangsa yang
bersangkutan.
3. Upaya
Pelesetarian Sejarah dan Peradaban Masa lalu oleh Pemkab Dharmasraya
Festival Pamalayu yang diinisiasi oleh Bupati
Dharmasraya Sutan Riska Tuanku kerajaan,SE adalah suatu upaya pelestarian
budaya dan peninggalan sejarah yang harus kita dukung bersama dengan harapan
kelak akan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat luas.
Kembali kepada upaya pelestarian sejarah dan gelaran
festrival pamalayu 2019 ini. Untuk melestarikan sebuah budaya dan sejarah maka
tentu kita harus mengetahui terlebih dahulu jenis dan bentuk peninggalan
sejarah itru sendiri.
Saat ini di Kabupaten Dharmasraya sangat banyak
ditemukan Prasasti dalam bentuk tulisan atau gambar dalam
batu.Prasasti-prasasti ini sangat banyak bertebaran di kawasan Dharmasraya. Ini
jelas butuh satu tindakan penyelamatan terhadap prasasti-prasasti tersebut.
Selain dalam bentuk tulisan atau Prasasti , kita juga
yakin peninggalan sejarah itu ada dalam bentuk bangunan seperrti Candi, Istana
atau tempat ibadah. Peninggalan sejarah itu juga ada dalam bentuk karya seni
dan adat istiadat.
Inovasi cerdas telah dilakukan Bupati Sutan Riska Tuanku
kerajaan, Seperti, festival Pamalayu adalah langkah awal untuk sebuah proyek
pengembangan Objek Wisata yang prestisius nantinya. Bali menjadi terkenal
karena adat dan budayanya, maka kelak Dharmasraya akan menjadi terkenal di
dunia dengan peninggalan sejarah dan budayanya.
4. Harapan
dan Asa dari Pelestarian Sejarah dan Budaya untuk Masa Depan Kabupaten
Dharmasraya.
Dalam suatu proses pembangunan sebuah bangsa atau
daerah,maka jelas ada suatu perubahan.Karena perubahan itulah yang terus
terjadi di dunia ini. Sementara perubahan itu adalah akibat atau buah dari
perbuatan dan akal manusia sebagai pelakunya. Jadi jelas bahwa manusia punya
peran yang sangat penting dalam pembangunan sebuah bangsa atau daerah.
Sementara untuk menjalankan pembangunan itu sendiri
dibutuhkan orang-orang yang andal dalam berpikir dan orang-orang yang dapat
memberikan motivasi bagi orang lain untuk menjalankan pembangunan itu.
Semua pihak baik itu kalangan elit dan masyarakat awam
di Kabupaten Dharamsraya harus seiya sekata dalam menjalankan “ Program
Emas” Kabupaten Dharmasraya ini.Mengapa kami sebut “Program Emas”,
karena program ini dapat dilihar hasilnya paling cepat 20 atau 30 tahun yang
akan datang.Yakinlah kita bersama bahwa program ini akan membuat Kabupaten
Dharmasraya jadi Kabupaten “ Is The Best”.
Untuk itu Program yang diinisasi oleh Bupati Termuda
di Indonesia ini,jangan sampai “Mati Di tengah Jalan”. Kita menyarakan
agar DPRD dan Pemkab Dharmasraya serta di dukung semua masyarakat Dharmasraya
untuk memasukkan program ini dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah
(RPJPD) Kabupaten Dharmasraya. Sehingga siapapun kelak yang akan memimpin
pemerintahan di Dharmasraya ini, “Program Emas” Pelestarian sejarah dan Budaya
Dharmasraya ini tetap berjalan dan kelak akan didapatkan dan dirasakan
hasilnya.





