Walikota Mahyeldi Launching Spot Air Siap Minum PDAM Padang di RSUD dr Rasyidin
![]() |
| Anggota DPRD Padang, Irawati Meuraska dan Bobby Rustam turut menghadiri acara launching air siap minum PDAM Padang di RSUD dr Rasyidin. IST |
PADANG, (UP) - Tersedianya spot-spot air minum di Kota Padang menjawab tantangan
menuju kota internasional. Salah satu kriterianya tersedianya air siap
minum. PDAM Padang hrus bisa menjawab tantangan ini agar kota Padang dapat menjadi kota Internasional.
Hal ini dikatakanWalikota Padang Mahyeldi Ansharullah dalam sambutannya ketika me launching Spot Air minum di RSUD Dr.Rasyidin, Selasa (3/12) Tersedianya spot air minum di ruang-ruang fasilitas publik sudah
merupakan sebuah keniscayaan, juga bentuk pelayanan prima PDAM Padang.
Pasalnya, Kota Padang tengah bergerak menuju kota internasional yang
salah satu cirinya ketersediaan air siap minum.
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)
Kota Padang terus berbenah dan meningkatkan pelayanan, seterusnya juga
memperluas jangkauan air bersih siap minum. Setelah spot RSUP M. Djamil
sepekan lalu, hari ini, Selasa (3/12) giliran spot air minum Rumah
Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Rasyidin Padang diresmikan, secara langsung
oleh Wali Kota Padang H. Mahyeldi dan di saksikan oleh beberapa
pimpinan Bank, PT. Pos serta mitra relasi PDAM Padang.
"Kita berharap sangat agar nanti di seluruh bank-bank dan tempat pelayanan publik lainnya juga di aliri air siap minum," harap Wako Padang ini..
Mahyeldi menambahkan, sumber air baku di Kota Padang memiliki
kualitas yang terbaik. Tidak sulit memprosesnya untuk menjadi air siap
minum.
“Sumber air kita memiliki oksigen yang baik. Itu sudah diperiksa di
laboratorium, dan harganya Rp30 rupiah per galonnya,” kata Mahyeldi.
Ia berharap, 2020 nanti, PDAM sudah mampu menyediakan spot – spot air
siap minum di erkantoran dan pusat-pusat pelayanan publik. Kemudian
juga di perumahan-perumahan.
Hanya saat ini PDAM masih perlu memperbaiki jaringan yang lama
disamping menambah jaringan baru. Sebab, jaringan lama yang merupakan
peninggalan Belanda sudah tidak bisa dialiri air siap minum.
“Pipa jaringan lama peninggalan Belanda sudah banyak mengalami
kebocoran sehingga tidak layak lagi dialiri air siap minum, ” ujarnya.
Lebih lanjut, Mahyeldi menekankan, PDAM harus secepatnya menambahkan spot air minum di rumah sakit umum daerah itu.“Hal ini akan memudahkan pasien dan pengunjung. Warga mendapatkannya dengan harga lebih murah,” tukasnya.
Sementara terkait tarif murah air PDAM Kota Padang diulas Direktur Utama PDAM
Padang, Hendra Pebrizal. Menurutnya, tarif air PDAM Padang termasuk
paling murah di Indonesia. Dengan harga Rp1.500 per kubik jauh di bawah
daerah lain seperti Bandung dan DKI Jakarta.
“Dengan Tarif murah PDAM Padang ini, terasa sekali memang sangat membantu masyarakat. Namun di sisi
lain, cost operasional semakin tinggi. Hal ini yang perlu kita sikapi
untuk pengembangan jaringan PDAM,” sebutnya.
Dalam waktu dekat, kata Dirut, PDAM akan launching air siap minum
untuk perumahan. “Ada 700 pelanggan yang dilayani untuk air siap minum
di Perumahan Balai Gadang,” katanya.
Terkait pembenahan jaringan, Hendra menyebut memprioritaskan
pergantian instalasi lama sepanjang 2100 KM lebih. Di smping itu
diperlukan jaringan baru untuk memperluas jangkauan pelayanan.
“Untuk itu, PDAM butuh dana sebesar Rp 1 trilyun,” tukasnya.
Sementara itu, Direktur RSUD dr. Rasyidin, dr. Hj. Herlin Sridiani,
M.Kes menyambut gembira tersedianya spot air siap minum tersebut. Ribuan
pasien dan pengunjung setiap pekan akan menikmati kemudahan.
“Kami berharap penambahan unit mesin air minum di RSUD ini, karena
pengunjung semakin ramai
dan kebutuhan air minum meningkat,” Harap
Herlin Sridani..
Anggota DPRD Padang Irawati Meuraska mengatakan, ini
sebuah terobosan yang luar biasa PDAM Padang lakukan, selain ekonomis,
juga bisa mengurangi penggunaan limbah plastik.
Sementara mengenai soal penyesuaian tarif, Irawati mendukung positif, asalkan PDAM terus berbenah kearah yang lebih baik termasuk pelayanannya.(dil)


Comments 0
EmoticonEmoticon