-->

Senin, 17 Juni 2019


Tanah Datar,fajarsumbar.com - Seratus tahun yang lalu, di saat bangsa Indonesia masih terbelenggu penjajahan, organisasi Muhammadiyah Aisyiyah sudah berbuat untuk bangsa ini di ranah agama, sosial, kesehatan dan ekonomi keumatan.

Peran dan kiprahnya tidak diragukan lagi, banyak amal usaha yang dijalankan yang menyentuh seluruh lini kehidupan masyarakat dan tersebar di seluruh penjuru tanah air.

Pimpinan Wilayah Aisiyah (PWA) Provinsi Sumatera Barat, Dra. Hj. Meiliarni Rusli mengatakan pada tahun 1919 saat orang belum berbicara tentang PAUD dan Taman Kanak-Kanak, namun Aisyiyah sudah mendirikan pendidikan usia dini bernama Frobelschool.

"Kemudian berganti nama menjadi TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) hingga saat ini, dan itu didirikan secara mandiri tanpa bantuan pemerintah dengan barter beras, bawang dan juga cabe pada masa itu," ujar Meiliarni Rusli kepada fajarsumbar.com, Sabtu (15/6) disela-sela Milad Aisyiyah ke-102 dan TK Aisiyah Bustanul Athfal ke-100, Sabtu (15/06/2019) di Gazebo Indo Jolito Batusangkar

Aisyiyah adalah organisasi perempuan Muhammadiyah yang berjuang di bidang sosial, masyarakat dan agama dan resmi lahir pada tanggal 19 Mei 1917 M bertepatan dengan 1335 H dan dua tahun kemudian 1919 lahirlah TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA),” sampainya.

Memanfaatkan momentum milad sesuai imbauan Pimpinan Pusat Aisyiyah agar kita mengingat ke belakang dan itu juga sesuai dengan anjuran agama yang tercantum dalam Alquran.

"Kita menengok ke belakang untuk melihat bagaimana Aisyiyah dan Muhammadiyah memilih gerakan dakwah non politik, walau dalam melakukan kebaikan itu juga butuh kekuasaan, tetapi dengan seluruh sumber daya yang dimiliki kita turut berkontribusi membangun bangsa ini," ucapnya.

Senada dengan itu Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Tanah Datar, Dra. Hj. Rusyda Rusli, M.Pd. sampaikan peringatan atau milad ini merupakan upaya mengenang dan mengambil ibrah (keteladanan) dari perjuangan Aisyiyah itu sendiri sesuai dengan tema Milad Aisyiyah tahun ini yaitu, "aktualisasi risalah pencerahan untuk dakwah melintas batas dan berkhidmat untuk negeri."

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tanah Datar, Drs. Juliasman Khas menyebutkan kiprah Aisyiyah sudah diakui umat. Pemerintah juga turut memberi penghargaan, di bidang pendidikan dari Menteri Pendidikan, di bidang kesehatan juga mendapat penghargaan yang diserahkan langsung Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, begitu juga dengan penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Juliasman mengatakan saat ini di Tanah Datar ada 19 TK Aisyiyah, itu merupakan kekuatan, aktualisasi risalah pencerahan untuk dakwah dan mencetak generasi yang Islami yang qurani.

"Selamat satu abad TK Aisyiyah Bustanul Athfal, dengan harapan perkokoh kekuatan, saling tolong-menolong, bangun jembatan hati, sesuai dengan namanya gerakan, jangan sampai sama hari ini dengan esok, harus lebih baik dan itu perlu kekuatan yang sesuai dengan ajaran Islam, dakwah amar ma'ruf nahi munkar," pesannya.

Bupati Irdinansyah Tarmizi yang hadir dalam kesempatan itu turut mendorong Aisyiyah yang semakin berkiprah baik di Tanah Datar maupun di daerah lainya di Indonesia

“Muhammadiyah dan Aisyiyah merupakan pilar pemberdayaan masyarakat dan perekonomian di Indonesia, keduanya sudah banyak melahirkan tokoh-tokoh bangsa. Tanah Datar pun sangat terbantu dengan kiprah dan kontribusinya," ucapnya. 

Bupati juga mendorong agar masyarakat mempercayakan pendidikan anak-anak pada Aisyiyah dan Muhamadiyah dan lembaga pendidikan keagamaan lainnya.

"Tidak akan rugi kita para orang tua yang mempercayakan pendidikan anak pada jalur pendidikan agama Islam seperti Muhammadiyah dan Aisyiyah ini" tuturnya.(adek)

Comments 0

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *